Career Center UNEJ

Nov. 21, 2025


Jember — Universitas Jember melalui UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK) Universitas Jember menyelenggarakan Kuliah Tamu Internasional bertema “Sustainable Growth Models: Developing Business Plan That Balance Economic Viability with Planetary Health”, Kamis (20/11). Kegiatan menghadirkan narasumber utama Mr. Taya Toru, M.Si. Direktur Taya Farm Co., Ltd., Jepang, dan dimoderatori oleh Dr. Frenza Fairuz Firmansyah, M.Pd. Acara berlangsung di Gedung Soedjarwo UNEJ dan diikuti 280 peserta hadir luring dari total 351 pendaftar, mencerminkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu keberlanjutan dan peluang kerja sama Indonesia–Jepang.

 

Kepala UPA PKK UNEJ, Dr. Rokhani, S.P., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya universitas dalam memperkuat kesiapan karier mahasiswa. “Kolaborasi internasional sangat penting untuk membuka wawasan mahasiswa terhadap dinamika global. Kehadiran praktisi dari Jepang seperti Mr. Taya memberikan perspektif nyata tentang pertanian modern, manajemen tenaga kerja, dan pengembangan usaha berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Mr. Taya Toru menjelaskan tantangan struktural pertanian Jepang, seperti keterbatasan lahan, meningkatnya usia petani, serta risiko cuaca ekstrem. Meski demikian, Jepang tetap mampu mempertahankan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi tinggi, digitalisasi proses produksi, serta penguatan standar keamanan pangan. Ia mencontohkan sistem pertanian di Taya Farm yang menerapkan monitor lahan berbasis digital, penggunaan IoT dalam greenhouse, serta pembagian tugas yang memungkinkan tenaga kerja Indonesia mengambil keputusan secara mandiri.

Mr. Taya juga memaparkan Program ABP Magang (Agri-Business Plan for Trainees), sebuah skema pelatihan yang dikembangkan bersama JICA untuk mendukung pemagang Indonesia menyusun rencana bisnis sebelum dan setelah kembali dari Jepang. Program tersebut mengintegrasikan literasi keuangan, riset pasar, analisis usaha, hingga pendampingan perencanaan modal. Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap alumni, sebagian besar mantan peserta magang berhasil merintis usaha di sektor pertanian, perikanan, hingga pengolahan hasil setelah kembali ke Tanah Air.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan partisipasi mahasiswa dari berbagai fakultas. Peserta mengajukan pertanyaan seputar analisis pasar pertanian, strategi intensifikasi panen greenhouse, hingga isu sosial mengenai perilaku tenaga kerja Indonesia di Jepang. Menanggapi hal tersebut, Mr. Taya menegaskan pentingnya pembekalan budaya, komunikasi yang baik, serta pendampingan etika kerja bagi pemagang. Ia juga menekankan bahwa mayoritas pemuda Indonesia di Jepang memiliki citra positif dan potensi besar dalam pengembangan agribisnis.

Melalui kuliah tamu ini, UPA PKK UNEJ menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program yang mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa secara komprehensif, termasuk peningkatan kemampuan kewirausahaan, literasi global, dan kesiapan menghadapi dunia kerja internasional. “Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa UNEJ tidak hanya siap kerja, tetapi mampu bersaing dan berinovasi,” tutur Dr. Rokhani.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar materi dan wawasan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam merintis karier di sektor pertanian modern maupun kewirausahaan berkelanjutan. Program serupa rencananya akan terus digelar UPA PKK UNEJ sebagai bagian dari penguatan ekosistem pengembangan karier mahasiswa.